Nigeria-Customs-Service_0Sejak tahun 1996, pemerintah Nigeria memberlakukan kebijakan larangan impor untuk produk-produk atau komoditi tertentu. Kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka untuk mendukung dan memproteksi perkembangan industri lokal Nigeria. Adapun  sebagian produk atau komoditi yang dilarang diimpor di Nigeria adalah produk utama ekspor Indonesia seperti Tekstil, Furniture dan produk turunan Palm Oil. Beberapa perusahaan Indonesia seperti Indofood (Indomie) dan Wings Group (Soklin) yang sebelumnya melakukan trading (ekspor) produk jadi ke Nigeria, memilih untuk berinvestasi dengan mendirikan industri atau pabrik di Nigeria setelah kebijakan tersebut berlaku. Hal ini karena para pelaku bisnis melihat potensi dan peluang yang sangat besar pad pasar Nigeria. Tentunya akan ada banyak kendala yang harus dilalui untuk membangun investasi di Afrika khususnya di Nigeria, akn tetapi semua itu akan terbayar dengan keuntungan dan perkembangan yang besar apabila produk tersebut sudah diterima di pasar Nigeria.

Dalam rangka mendukung perkembangan perdagangan Indonesia dengan Nigeria dengan memberikan informasi terkini kepada dunia usaha di Indonesia, ITPC Lagos akan memberikan informasi terkait peraturan terkini yang dikeluarkan oleh Federal Ministry of Finance of Nigeria  mengenai kebijakan larangan impor (Import probihition list) dan juga tarif bea masuk (CET Tariff) di negara anggota ECOWAS.

Pada tanggal 20 Maret 2015, Federal Ministry of Finance of Nigeria mengeluarkan surat No. BD/FP/ TT/50/I/113 tentang persetujuan implementasi pemberlakuan Common External Tariff (CET) di ECOWAS untuk periode 2015-2019 serta Kebijakan Fiskal pada tahun 2015 yang meliputi salah satunya Larangan impor untuk beberapa produk di Nigeria.

Dalam peraturan tersebut terdapat total sebanyak 25 (dua puluh lima) kelompok produk/ komoditi yang dilarang diimpor di Nigeria. Tiap kelompok terdapat beberapa jenis atau spesifikasi yang masuk dalam larangan impor. Pada laporan ini, ITPC Lagos akan memberikan informasi terkait mengenai produk/komoditi apa saya yang masuk dalam daftar larangan impor di Nigeria yang merupakan produk ekspor utama/prospektif Indonesia.

Berikut adalah daftar 10 produk ekspor utama/ prospektif Indonesia yang termasuk dalam daftar larangan impor di Nigeria :

1. Refined Vegetable Oil (HS 1507.10.000.00 – 1516.20.90.00)

Produk jadi minyak goreng merupakan produk turunan Kelapa sawit dan merupakan produk ekspor utama Indonesia yang  masuk dalam daftar larangan impor di Nigeria. Semua jenis minyak goreng jadi dilarang diimpor di Nigeria kecuali refined linseed, castor dan olive oil. Salah satu cara untuk memasukan produk minyak goreng adalah dalam bentuk curah (crude vegetable oil)

2. Cocoa Butter, Powder and Cakes – H.S. Codes 1802.00.00.00 – 1803.20.00.00, 1805.00.10.00 – 1805.00.90.00, 1806.10.00.00 – 1806.20.00.00 and 1804.00.10.00 – 1804.00.90.00

Produk Kakao dan semua produk olahannya merupakan produk ekspor prospektif Indonesia yang masuk daftar larangan impor.

3. Spaghetti/Noodles – H.S. Codes 1902.1100 – 1902.3000

4. Fruit Juice in Retail Packs – H.S. Codes 2009.110012 – 2009.110013 – 2009.9000.99

Produk mie instan dan Jus buah (cair) merupakan jenis produk makanan olahan yang merupakan produk ekspor utama Indonesia. Ini merupakan kesempatan Bagi para produsen mi instan dan jus buah cair dari Indonesia yang ingin memasukan produknya di Nigeria untuk berinvestasi membangun pabrik produk tersebut di Nigeria

5. Medicaments falling under Headings 3003 and 3004 as indicated below:

  • Paracetamol Tablets and Syrups
  • Cotrimoxazole Tablets Syrups
  • Metronidazole Tablets and Syrups
  • Chloroquine Tablets and Syrups
  • Haematinic Formulations; Ferrous Sulphate and Ferrous Gluconate Tablets, Folic Acid Tablets, Vitamine B Complex Tablet [except modified released formulations].
  • Multivitamin Tablets, capsules and Syrups [except special formulations].
  • Aspirin Tablets [except modified released formulation and soluble aspirin].
  • Magnesium trisilicate tablets and suspensions.
  • Piperazine tablets and Syrups
  • Levamisole Tablets and Syrups
  • Ointments – Penecilin/Gentamycin
  • Pyrantel Pamoate tablets and Syrups
  • Intravenous Fluids [Dextrose, Normal Saline, etc.]

Daftar tersebut merupakan daftar obat-obatan yang dilarang masuk ke Nigeria, akan tetapi produk-produk yang termasuk daftar di atas yang sudah teregistrasi di Nigeria sebelumnya masih dapat diimpor ke Nigeria.

6. Soaps and Detergents – H.S. Code 3401.1100 – 3402.9000 in retail packs

Produk sabun dan deterjen masuk dalam daftar larangan impor, hal ini yang menyebabkan Wings Group membangun pabrik di Nigeria dan sekarang menguasai pasar diterjen di Nigeria

7. Sanitary Wares of Plastics – H.S. Code 3922.1000 – 3922.9000 and Domestic Articles and Wares of Plastics H.S. Code 3924.1000 – 3924.9000.00 [but excluding Baby Feeding bottles 3924.9020.00] and flushing ceinstern and waterless toos toilets

Produk plastic yang termasuk dalam daftar larangan impor adalah produk plastic untuk keperluan kamar mandi (ember, gayung, bak plastic, dll), kursi dan meja plastic, dan peralatandapur dari plastic.

8. Corrugated Paper and Paper Boards – H.S. Code 4808.1000, and cartons, boxes and cases made from corrugated paper and paper boards H.S. Code 4819.1000, Toilet paper, Cleaning or facial tissue – H.S. Code 4818.1000 – 4818.9000 excluding baby diapers and incotinent pads for adult use 4818.4000.41 and Exercise Books – H.S. Code 4820.2000

Produk kertas yang termasuk dalam daftar larangan impor adalah kertas karton/box, tissue dan buku tulis.

9. All types of Foot Wears and Bags including Suitcases of leather and plastics H.S. Codes 6401.1000.11 – 6405.9000.99 and 4202.1100.10 – 4202.9900.99 [but excluding Safety Shoes used in oil industries, Hospitals, Fire fighting and Factories, Sports Shoes

Semua jenis produk jadi alas kaki masuk dalam daftar larangan impor kecuali aksesoris dan bahan baku pembuatan alas kaki, tas dan kope dari kulit dan plastic juga termasuk dalam daftar tersebut.

10. Furniture – H.S. Codes 9401.1000.00 – 9401.9000.99 and 9403.1000 – 9404.9000, but excluding Baby walkers, laboratory cabinets such as microscope table, fume cupboards, laboratory benches (9403), Stadium Chairs, height adjustments device, base sledge, seat frames and control mechanism, arm guide and headguides. Also excluded are; skeletal parts of furniture such as blanks, unholstered or unfinished part of metal, plastics, veneer, chair shell etc. Also excluded are Motor Vehicle seats (9401.2000.00) and Seats other than garden seats or camping equipment, convertible into beds (9401.4000.00)

Jenis mebel yang bisa diimpor di Nigeria adalah mebel untuk keperluan labolatorium, mebel untuk bayi, kursi stadium dan beberapa furniture besi. Kebijakan ini membuat perkembangan industry mebel Nigeria meningkat, ini merupakan kesempatan yang besar bagi pelaku mebel Indonesia untuk dapat berinvestasi di Nigeria.

Pada peraturan di tahun 2015, pemerintah Nigeria tidak lagi memasukkan  produk tekstil dalam daftar barang yang dilarang diimpor, hal ini merupakan kesempatan untuk pengusaha tekstil di Indonesia untuk mengekspor produk tekstil  ke Nigeria secara massal dan menguasai pasar tekstil Nigeria, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil produk tekstil terbesar di dunia.